PENGAWAS MADRASAH LAKSANAKAN MONITORING ANBK DI MTsS HARAPAN BANGSA

Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh Khairul Azhar lakukan visitasi dan monitoring ANBK ( Asesmen Nasional Berbasis Komputer) di sejumlah Madrasah Tsanawiyah di Aceh Barat.

Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ANBK yang sedang berlangsung bisa terlaksana dengan baik, aman, tertib dan berjalan sebagaimana diharapkan.

Adapun beberapa madrasah yang dikunjungi selama yang bersangkutan berada di Aceh Barat selama dua hari mulai tanggal 26 sampai dengan 27 Agustus 2025.diantaranya adalah MTsN 4 Aceh Barat, MTsN 2 Aceh Barat, MTsN 3 Aceh Barat dan MTsS Harapan Bangsa

Selama Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh berkunjung ke Aceh Barat selalu di dampingi oleh Penmad kantor kementerian agama kabupaten Aceh Barat Suhadi.

Menurut Khairul Azhar bahwa Ujian ANBK adalah standarisasi dan tolak ukur wajah pendidikan di Madrasah dan asesmen ini harus dipandang serius dan harus menjadi atensi khusus oleh stakeholder pendidikan madrasah khususnya di Aceh Barat.

Dalam momentum kunjungan ke MTs HBS ia berpesan bahwa ANBK merupakan muara dari pelaksanaan akreditasi madrasah karena itu sekali lagi keseriusan madrasah dalam melakukan kegiatan tersebut perlu digarisbawahi imbuhnya.

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

PENGAWAS MADRASAH KEMENAG ACEH BARAT TINJAU ADMINISTRASI GURU

Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat Khaidir, S.Ag. MA. melakukan tinjauan administrasi guru dalam rangka meningkatkan kedisiplinan administrasi guru Madrasah Tsanawiyah Swasta Harapan Bangsa (MTsS HBS) sabtu, 23/08/2025 pagi diruang Kepala Madrasah.
Pengawas Madrasah Khaidir S.Ag. MA. dalam arahannya menyampaikan, administrasi dan kelengkapan dokumen bagi guru dalam pembelajaran bertujuan meningkatkan kualitas mengajar guru nantinya di dalam kelas yang pada akhirnya berdampak pada kualitas belajar siswa dan untuk memperbaiki kemampuan guru dalam mengajar.
Kepala Madrasah Suandi, MA. serta waka kurikulum Irawati, S.Pd.I. menyimak pegarahan menuturkan, kelengkapan administrasi guru dilengkapi dan pelayanan terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas kinerja pada bidang yang diampu.

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

Kunjungan Presiden Homestay Association Terengganu Ke Kantor Kementerian Agama Aceh Barat.

Setelah sekian lama melakukan komunikasi secara intens antara perwakilan Homestay terengganu Malaysia dan kepala kantor kementerian agama Aceh Barat. Akhirnya lewat kunjungan hari ini Rabu (20/8/2025) ke kantor kementerian agama Aceh Barat menyelenggarakan meeting bersama.

Presiden Homestay Association Terengganu sekaligus pembina Koperatif Homestay Teluk Ketapang Muhammad Azmi bin Abdul Aziz mengatakan ada sejumlah program yang dibincangkan yang akan dilaksanakan tahun 2025, diantaranya program student exchange di beri nama islamic student exchange Aceh Barat. Pihak Terengganu akan mengirimkan 10 siswa dan 14 pendamping ke Aceh Barat pada 11-14 September 2025 mendatang.

“Mereka akan mengunjungi Aceh Barat dalam kapasitas selaku pengunjung untuk melihat Aceh Barat secara lebih dekat terutama sektor pariwisata dan tempat -tempat bersejarah,” kata Abah Azmi

Adapun tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengenal Aceh Barat baik di bidang pendidikan dan geliat pariwisata di Aceh Barat.

Sementara Kankemenag Aceh Barat Abrar Zym menyambut baik program student Exchange tersebut. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut kedatangan siswa dan pelancong Malaysia ke Aceh Barat, sesuai dengan semangat Bupati Aceh Barat yang menjadikan Aceh Barat sebagai daerah tujuan wisata berbasis syariat islam.

Direncanakan selama siswa asal Trengganu tersebut berada di Aceh Barat mereka akan menginap di madrasah Ruhul Qurani dan sekaligus akan mengikuti beberapa proses kegiatan di madrasah sesuai agenda yang telah disepakati.

Panitia pelaksana juga akan menampilkan malam pergelaran Titian muhibah antara siswa Malaysia dan siswa Aceh Barat akan menyuguhkan kebudayaan berupa seni tari dan lain-lain

Sementara secara terpisah pihak Malaysia juga akan melakukan seminar terkait dengan kepariwisataan syariah akan berlangsung 13-15 Oktober 2025 . Kegiatan tersebut akan berlangsung di Parkside Hotel Meulaboh.

Pihak kepariwisataan Trengganu akan mempromosikan tempat -tempat pariwasata terkenal disana sehingga lewat sharing bersama potensi wisata kedua negara bisa berdampak secara positif ke-dua belah pihak.

Menurut Abah Azmi Aceh Barat memiliki tempat-tempat pariwisata yang sangat menarik namun perlu dilakukan promosi secara lebih aktif sehingga kami luar negeri InshaAllah bisa menjadikan Aceh Barat sebagai destinasi kunjungan.

Ikut Hadir bersama dalam kegiatan pertemuan tersebut diantaranya Kasubag TU, Khairul Azhar, Kasie Penmad Suhadi, Kepala MAN 1 Aceh Barat Faisal, Kepala MTsN 3 Aceh Barat Fauzan, Kepala MAS RQ, Kepala MTs HBS Suandi serta Penghubung setia Aduwina Pakeh.

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

Keluarga Besar Kemenag Aceh Barat Laksanakan Gowes Bersama Sambut HUT RI ke-80

Meulaboh – Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan gowes bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Sabtu 16 Agustus 2025

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pegawai dan keluarga besar Kemenag Aceh Barat ini menempuh rute keliling kota Meulaboh. Selain sebagai ajang olahraga, gowes bersama juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat H. Abrar Zym menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan semangat kemerdekaan. “Melalui gowes bersama, kita ingin menumbuhkan semangat persatuan, kebugaran, dan kekompakan dalam menyongsong HUT RI ke-80,” ujarnya.

Suasana penuh keakraban tampak sepanjang kegiatan, ditutup dengan ramah tamah sederhana yang menambah hangat kebersamaan keluarga besar Kemenag Aceh Barat.

Terakhir orang nomor satu dijajaran kantor kementerian agama kabupaten Aceh Barat tersebut mengingatkan.semua peserta dengan sebuah tamsilan ” semakin jauh kita mendayung semakin jelas tujuan kita ” pungkasnya

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

Empat Siswa MTsS Harapan Bangsa Sabet Medali di Kejuaraan Taekwondo Se-Aceh

Aceh, 6 Agustus 2025 — Empat siswa kelas 8 MTsS Harapan Bangsa kembali mengharumkan nama sekolah dalam ajang Kejuaraan Taekwondo Se-Aceh, yang digelar pada 1–3 Agustus 2025 di Gedung BMA (Balai Meuseuraya Aceh), Banda Aceh. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah (Sekda) Aceh dan diikuti oleh atlet-atlet muda dari berbagai kabupaten/kota.

Sebagai pelajar yang masih duduk di bangku madrasah, para atlet muda ini membuktikan bahwa usia dan status sebagai siswa bukanlah halangan untuk bersinar di arena pertandingan. Mereka berhasil membawa nama sekolah harus di bidang seni bela diri taekwondo. Selain belajar di kelas para siswa juga belajar banyak hal di luar kelas mulai dari seni bela diri dan lain lain. Di bawah bimbingan pelatih Halidun, mereka berhasil membawa pulang total enam medali, terdiri dari dua perak dan empat perunggu.

Khalil Yuwan Arkhan berhasil merebut medali perunggu di kategori kyorugi pemula setelah melewati pertandingan sengit. Sementara itu, Aeza Syahira juga meraih medali perunggu dari kategori kyorugi prestasi, menunjukkan ketangguhan mental dan fisik di kelas yang penuh tantangan.

Nazwa Haura Faradisana, yang tampil di dua nomor, berhasil meraih medali perunggu di kyorugi pemula dan medali perak di poomsae pemula. Meskipun sempat merasa sedih karena hanya berada di posisi kedua, Nazwa tetap menunjukkan semangat juang yang luar biasa. “Saya sempat kecewa tidak bisa meraih emas, tapi ini jadi motivasi untuk latihan lebih giat lagi,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Hal yang sama dirasakan oleh Nabilla Aurelya, yang juga meraih dua medali: perak di poomsae pemula dan perunggu di poomsae prestasi. “Saya senang bisa bawa pulang medali, meskipun belum yang terbaik. Tapi ini bukan akhir saya ingin terus belajar dan berlatih,” ujar Nabilla penuh semangat.

Pelatih Halidun menyampaikan bahwa pencapaian para siswa ini adalah hasil dari kerja keras, latihan rutin, dan dukungan dari sekolah serta keluarga. “Mereka bukan hanya anak-anak yang cerdas di kelas, tapi juga punya mental juara di lapangan. Ini awal yang sangat baik,” ujarnya bangga.

Pihak MTsS Harapan Bangsa turut menyampaikan apresiasi atas prestasi ini. Kepala sekolah, bapak Suandi menyebut bahwa keberhasilan para siswa adalah cerminan dari semangat pendidikan yang holistik mengembangkan akademik dan karakter melalui berbagai kegiatan positif, termasuk olahraga.

Dengan torehan ini, MTsS Harapan Bangsa semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung potensi siswa di berbagai bidang. Semangat pantang menyerah, meski belum menjadi yang terbaik dan harus puas di peringkat kedua dan ketiga, justru menjadi bekal utama para siswa untuk melangkah lebih jauh dan berprestasi lebih tinggi di masa depan. “kami dari pihak sekolah akan senantiasa mendukung segala keinginan dan kegemaran para siswa dan siswi MTsS Harapan Bangsa, membuat kegiatan khusus untuk menemukan apa yang mereka gemari dan sukai, karena setiap manusia telah di beri kemampuan dan keahlian dan kegemaran masing masing”. Ujar pak suandi ketika diwawancara oleh pihak media sekolah.

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

Membangun Karakter Setiap Pagi: Tradisi Membaca Al-Quran dan Pemeriksaan Seragam Di MTsS Harapan Bangsa

Meulaboh, 5 Agustus 202—Setiap pagi di MTsS Harapan Bangsa Aceh Barat bukan hanya menjadi awal dari proses belajar-mengajar, tetapi juga merupakan momen penting dalam membentuk karakter dan kedisiplinan peserta didik. Sebelum bel masuk berbunyi, seluruh siswa dan siswi berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti dua kegiatan utama: pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama dan pemeriksaan kerapian seragam oleh guru dan wali kelas.

Kegiatan ini sudah menjadi budaya dan bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan di sekolah tersebut. Dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa berkumpul di tengah halaman yang luas, berdiri dalam barisan rapi, dibimbing oleh guru-guru yang mengawasi jalannya kegiatan. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari tiap barisan siswa, menciptakan suasana yang penuh ketenangan dan spiritualitas, bahkan sejak pagi hari. Ini adalah nilai moral dan spiritual yang sangat berharga bagi sebuah lembaga pendidikan. Memulai hari dengan membaca kalamullah adalah salah satu kegiatan yang sangat mulia dan sangat bermanfaat bagi anak anak dan juga para guru untuk keberkahan pada hari tersebut.

 Pembacaan Al-Qur’an dilakukan selama kurang lebih 15–20 menit, dan menjadi bagian dari program literasi Al-Qur’an yang  di buat oleh sekolah. Program ini bertujuan untuk membiasakan siswa dekat dengan Al-Qur’an sejak dini, baik dari sisi bacaan, pelafalan, maupun pemahaman makna kandungannya.

Setelah sesi tilawah, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kelengkapan dan kerapian seragam. Guru-guru secara bergilir memeriksa atribut siswa mulai dari kemeja, celana/rok, jilbab, ikat pinggang, sepatu berwarna putih atau pun bergaris putih ,dan larangan pengunaan aksesoris. Pemeriksaan ini bukan semata-mata soal aturan berpakaian, tetapi lebih dari itu, merupakan pembelajaran tanggung jawab dan kedisiplinan.

Waka Kurikulum, ibu Irawati S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan pagi ini adalah bentuk pembiasaan karakter Islami yang ingin ditanamkan kepada seluruh siswa. “Kami percaya bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak langkah pertama siswa memasuki lingkungan sekolah. Dengan membaca Al-Qur’an setiap pagi, siswa terbiasa menenangkan hati dan memulai hari dengan nilai-nilai Islam. Sementara pemeriksaan seragam mengajarkan pentingnya menjaga kerapian, disiplin, dan tanggung jawab terhadap aturan,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan. Kegiatan pagi ini juga menjadi ajang pengawasan dan pembinaan langsung dari para guru kepada siswa. Setiap pelanggaran dicatat untuk kemudian ditindaklanjuti dalam pembinaan kesiswaan. Namun demikian, pendekatan yang digunakan tetap humanis dan edukatif. Guru tidak hanya memberi sanksi, tetapi juga menasihati siswa dengan pendekatan persuasif agar mereka memahami pentingnya mematuhi aturan, bukan karena takut dihukum, tetapi karena kesadaran diri. Setelah menanyakan kepada bagaimana pendapat para siswa mereka mengatakan bahwa, kegiatan ini justru membuatnya lebih semangat datang ke sekolah. “Kadang capek juga harus datang pagi-pagi, tapi pas udah bareng teman-teman, baca Qur’an sama-sama, jadi adem hati. Terus pas diperiksa, jadi ingat buat rapiin baju dari rumah. Lama-lama jadi kebiasaan juga, ujarnya dengan senyum.

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

Menembus Batas Pulau: Mahasiswa UIN SGD Bandung Pilih Magang di MTsS Harapan Bangsa Aceh Barat

Meulaboh, 4 Agustus 2025 — Di saat banyak mahasiswa memilih tempat magang yang dekat dari kampus nya atau di kota besar dengan segala fasilitas dan peluang profesional, Mhd Alfadin justru mengambil langkah berbeda. Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini memilih kembali ke tanah kelahirannya, Aceh Barat, untuk menjalani program magang di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Harapan Bangsa, Meulaboh.

Keputusan ini bukan semata karena ikatan emosional, melainkan juga semangat untuk berkontribusi langsung pada dunia pendidikan Islam  “Magang bukan hanya tentang memenuhi kewajiban akademik, tapi juga tentang belajar langsung dari realitas sosial yang berbeda. Saya memilih Aceh  karena saya ingin melihat langsung bagaimana nilai-nilai Islam dihidupkan dalam sistem pendidikan di sini yang berbeda dengan pendidikan di tempat saya belajar ” ujar Alfadin.

Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, tak hanya menyimpan sejarah panjang perkembangan Islam, tetapi juga menyuguhkan sistem pendidikan yang sangat berakar pada nilai-nilai religius dan tradisi lokal. Hal ini pula yang mendorong Alfadin untuk menjadikan MTsS Harapan Bangsa sebagai tempat menimba ilmu dan praktik pengalaman pendidikannya.

MTsS Harapan Bangsa juga memiliki media sendiri yang bernama “ SIHABA” yang berskala lokal. Itu merupakan platform media yang dapat di acces oleh seluruh orang yang menggunakan internet. Salah satu alasan saya ingin melakukan magang di sini adalah karena disini memiliki bidang media nya sendiri dan sering juga saya amati bahwa madrasah ini sering di mediakan oleh  median terkenal di Aceh seperti serambi indonesia, Rri, TVRI Aceh, haba Aceh Barat dan lain-lain.

Kedatangan Alfadin disambut hangat oleh Kepala MTsS Harapan Bangsa, Suandi, M.A.  waka kurikulum, Irawati dan KTU Imam Dalam pertemuan di ruang kerja kepala madrasah, bapak Suandi menegaskan bahwa madrasah sangat terbuka terhadap mahasiswa dari luar daerah yang ingin belajar dan berbagi. “Kami sangat mendukung mahasiswa seperti Alfadin. Ini menjadi ruang pertukaran informasi yang positif dan saling menguntungkan. Anak-anak kami bisa mengenal perspektif baru, sementara mahasiswa juga mendapatkan pengalaman belajar lapangan sesungguhnya  yang berharga dari kami,” ungkapnya.

Selama masa magang dalam kurun waktu dari tanggal 4 agustus sampai 14 agustus , Alfadin tidak hanya akan berperan sebagai pengamat pasif. Ia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan, mulai dari observasi proses belajar-mengajar, membantu kegiatan ekstrakurikuler, hingga berdiskusi langsung dengan guru-guru mengenai metode pembelajaran dan tantangan yang dihadapi madrasah di daerah.

Kehadiran Alfadin akan menjadi penyegar semangat di lingkungan madrasah. Ia membawa perspektif luar yang kontekstual, namun tetap membumi dengan realitas lokal. Suasana madrasah yang agamis dan penuh nilai-nilai kekeluargaan menjadikan masa magangnya sebagai pengalaman yang tidak hanya membentuk secara akademik, tetapi juga secara emosional dan spiritual.

“Lewat magang ini, saya belajar tidak hanya soal teori pendidikan, tetapi juga soal empati, komunikasi lintas budaya, dan bagaimana membangun pemahaman terhadap keberagaman,” ujarnya.

Bagi siswa dan guru di MTsS Harapan Bangsa, kehadiran Alfadin memberi semangat dan contoh bahwa dunia luar bisa datang ke Meulaboh dengan penuh rasa hormat dan semangat belajar. Sementara itu bagi Alfadin, langkah kembali ke akar justru menjadi jalan untuk memperluas cakrawala. Kisah ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa tempat terbaik untuk belajar tak selalu harus jauh atau mewah. Terkadang, kembali ke tempat asal justru membuka ruang kontribusi dan pertumbuhan yang lebih dalam. Semoga semangat kolaboratif ini dapat terus tumbuh, mempererat jalinan antar wilayah, dan memperkuat wajah pendidikan Islam Indonesia yang inklusif dan progresif.

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

Workshop Penyusunan Program Kerja Dan Kurikulum Madrasah Di MTsS Harapan Bangsa

MTss HBS Meulaboh menggelar Workshop Penyusunan Program Kerja dan Kurikulum Madrasah pada Rabu 30 Juli 2025, bertempat di aula madrasah yang berlokasi di desa Kuta padang kecamatan johan pahlawan kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari diikuti oleh seluruh guru dan tendik madrasah.

Adapun tujuan dilaksanakan workshop penyusunan program kerja dan kurikulum madrasah adalah untuk memperkenalkan dan mengembangkan muatan kurikulum madrasah yang sesuai dengan struktur standar dan juga pendalaman kurikulum berbasis cinta, Asta protas, deep learning dan evaluasi diri madrasah. Semua konten kurikulum tersebut merupakan turunan merdeka yang terintegrasi ke kurikulum nasional

Kepala MTSS HBS Suandi, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan hari ini implementasi jenis kurikulum tersebut di madrasah yang di ikuti.oleh 60 orang tenaga pendidik dan kependidikan diharapkan guru mampu menjabarkan dalam berbagai konteks pendidikan dan mampu dihubungkan dengan berbagai fenomena dan berdampak terhadap sesama.

Kakankemenag Aceh Barat, H. Abrar ZYM, S.Ag., M.H yang membuka acara workshop menyampaikan apresiasi kepada MTss HBS Selaku madrasah yang yang pertama melaksanakan kegiatan implementasi kurikulum berbasis cinta di kabupaten Aceh Barat dan betul-betul harus mampu diaktualisasikan terhadap subjek didik lingkungan dan masyarakat berangkat dari icon cinta.

Workshop ini diisi oleh empat orang pemateri handal perwakilan dari kantor kementerian agama Aceh Barat, diantaranya bapak Khaidir S.Ag MA. Saifan Irwan, S.Ag. MPd, Cut Aswadi, S.Ag. M.Pd dan Bu Kartini MA dimana mereka semua merupakan pengawas bertalenta dalam memberikan motivasi dan sharing informasi diperlukan oleh guru.

Beberapa materi penting mengenai kurikulum berbasis cinta yang disampaikan pemateri juga ada pembahasan tentang deep learning yang merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan materi bagi peserta didik.

Secara garis besar Bapak Saifan memaparkan inti sari dari kurikulum berbasis cinta adalah bagaimana guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mencakup nilai-nilai yang luas seperti kasih sayang, kepedulian terhadap sesama dan cinta lingkungan, pembentukan karekter dalam pengembangan akhlak siswa madrasah.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Ahsanul Ummah H Tharmizi, Ketua IKABAS MTs HBS dan Dr. Andi Saputra praktisi pendidikan asal STAIN TDM MBO.

Penulis : Safira

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

TIM SPPG KUNJUNGI MADRASAH HBS PENERIMA PROGRAM MBG

SIHaba, (1/8/2025) – Ketua tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aceh Barat, Gladis Nursinta bersama jajarannya melakukan visitasi dan monitoring di MTs HBS Meulaboh, Jum’at (1/8/025). Madrasah ini merupakan sekolah yang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kedatangan tim SPPG ke madrasah adalah untuk memonitor secara lebih dekat dan memastikan makanan yang diberikan memenuhi unsur-unsur mengandung gizi yang cukup dan jauh dari hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Kepala MTsS HBS, Suandi, MA di sela kegiatan.

Menurut Suandi, sampai saat ini belum ada laporan dan keluhan dari siswa terhadap makanan yang mereka konsumsi selama ini terus dipertahankan oleh supplier. Siswa juga berharap program ini terus berlanjut untuk mereka.

SPPG merupakan unit pelayanan yang didirikan untuk mendukung kesuksesan program Presiden Prabowo – Gibran untuk Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar untuk semua lapisan pelajar, baik untuk siswa madrasah maupun sekolah umum di seluruh tanah air.

Ketua team SPPG Aceh Barat, Gladis, juga melakukan wawancara singkat dengan kepala MTs Swasta Harapan Bangsa Meulaboh terkait dengan keluhan siswa selama ini berhubungan dengan makanan yang disajikan.

“Kita hadir kemari karena MTsS HBS sebagai salah satu madrasah penerima manfaat langsung Makan Bergizi Gratis terhadap 510 siswa sejak dilakukan launching perdana di Aceh Barat,” ujarnya.

Ketua team SPPG Gladis menyatakan pada prinsipnya sangat terbuka menerima kritik dan saran bersifat konstruktif demi perbaikan-perbaikan dikemudian hari. Sehingga semuanya merasa senang dan bahagia.

Program MBG telah di implementasikan di MTs Harapan Bangsa Meulaboh hampir tujuh bulan dipastikan memberikan dampak positif baik bagi madrasah maupun orang tua/wali siswa.

Dalam kesempatan tersebut team SPPG dan anggota bertemu langsung dengan siswa di kelas ingin menyaksikan langsung siswa-siswi makan gratis bersama dan juga dilakukan diskusi ringan dengan serta diakhiri dengan yel-yel makan bergizi gratis dikalangan siswa.

Penulis : Safiratul

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

KETEKUNAN SESEORANG MEMBAWA HASIL GEMILANG

T Ahmad Yani, Anak Petani dari Cot Seumeureng Aceh Barat Raih Gelar Profesor Hukum di USK. Siapa sangka, dari sebuah gampong atau desa sederhana di Aceh Barat, lahir seorang guru besar yang kini menjadi teladan dalam dunia akademik hukum, adalah T Ahmad Yani, anak petani kelahiran 8 Oktober 1965 asal Cot Seumeureng, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. Ahmad Yani tumbuh di lingkungan desa yang jauh dari hiruk-pikuk dunia akademik. Namun semangat belajar dan keinginan untuk menembus batas membuatnya terus maju, melawan keterbatasan. Ia berhasil membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih gelar akademik tertinggi, profesor. Menempuh pendidikan hukum dari jenjang sarjana hingga doktor di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), dan meraih gelar magister hukum dari Universitas Airlangga (Unair), T Ahmad Yani membuktikan bahwa garis nasib bisa diubah dengan tekad dan kesabaran. Semuanya ditempuh secara linear, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap keilmuan yang digelutinya.

Dalam momen pengukuhannya sebagai Guru Besar, Ahmad Yani menyampaikan orasi ilmiah yang relevan dan membumi, yaitu tentang perubahan nomenklatur badan usaha dari UD (Usaha Dagang) menjadi PT (Perseroan Terbatas) serta dampaknya terhadap pemberdayaan UMKM. Penelitian ini diharapkan bisa memberi kontribusi nyata bagi pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat fondasi hukum ekonomi di Indonesia.

Kepala Madrasah Suandi, Ma. menyatakan rasa bangga atas capaian tersebut. “Beliau membuktikan bahwa siapa pun bisa meraih gelar tertinggi, asal tekun dan tulus menjalaninya,” ujarnya. Suandi juga berharap, perjalanan Prof T Ahmad Yani akan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda Samatiga dan Aceh pada umumnya. Ia menilai keberhasilan Yani merupakan inspirasi nyata bagi generasi muda, khususnya anak-anak desa, untuk tak ragu bermimpi besar. “Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa siapa pun bisa meraih gelar Profesor, asal ada kesungguhan dan dukungan keluarga. Semoga ilmunya membawa dampak positif bagi penataan hukum di negeri ini,” ujar Suandi.

Penulis : Safiratul

Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda